Enhancing Quality Education Through Quality Evaluation

User login

Pesan Ketua

HEPI merupakan sebuah organisasi profesi yang bergerak di bidang pen­di­dik­an yang memiliki azas profesionalisme dan keilmuan dalam bidang pengukuran dan evaluasi pendidikan. Organisasi ini bersifat independen yang anggo­tanya terdiri dari him­pun­an para ahli, praktisi, pengamat, dan peminat evaluasi pendidikan.

Selengkapnya

    Bahrul Hayat Terpilih Ketua Umum HEPI Periode 2010-2013

    Dengan meningkatnya anggaran pendidikan maka akuntabilitas dalam bidang pendidikan menjadi suatu keharusan. Akuntabilitas penyelenggaraan pendidikan tidak cukup  kalau hanya melaksanakan apa yang harus dilakukan, tetapi juga harus diorientasikan pada terwujudnya lulusan yang bermutu. Oleh sebab itu sub-sistem penilain baik di tingkat mikro/sekolah/kelas maupun di tingkat makro/nasional harus selalu diperkuat dan disempurnakan. Sub-sistem penilaian harus menjadi pendorong peningkatan motivasi belajar. Oleh karena itu sub-sistem penilaian harus dibangun sedemikian rupa agar tercipta kondisi dimana siswa harus belajar dengan giat.

    Demikian kesimpulan yang dibacakan oleh Djemari Mardapi  dalam  Kongres dan Seminar Nasional Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) yang berlangsung di Syahida Inn Universitas Islam Negeri (UIN ) Syarif Hidayatullah Jakarta, Jumat-Sabtu (29-30/1/10).  Acara  yang mengambil tema “Asesmen untuk Memantau Kualitas Pendidikan”  ini diikuti oleh 114 peserta dari seluruh tanah air dan terlaksana atas kerjasana antara HEPI, Pusat Penilaian Pendidikan (PUSPENDIK) Kementerian Pendidikan Nasional, Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), dan Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 

    Menurut Djemari Mardapi HEPI dibentuk pada tanggal 19 November 2000 di Jogjakarta dengan tujuan untuk memberikan informasi dan masukan kepada pemerintah tentang evaluasi dan penilain  dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional. “Salah satu indikator mutu pendidikan adalah terlaksananya evaluasi dan penilaian secara benar”, ungkap Djemari Mardapi yang memimpin HEPI selama dua periode berturut-turut seraya menambahkan anggota HEPI saat ini mencapai 275 orang.

    Melalui Kongres HEPI kali ini  Bahrul Hayat yang menjadi keynote speaker pada acara pembukaan terpilih sebagai Ketua Umum HEPI periode 2010-2013, didampingi oleh dua orang ketua, yaitu  Nugaan Yulia Wardhani  Kepala PUSPENDIK dan Kumaidi dari UNY. Sedangkan Dewan Penasihat terdiri atas empat orang, yaitu Asmawi Zainul (UPI), Djemari Mardapi (UNY), Jahja Umar (UIN Jakarta), dan Saifuddin Azwar (UGM).

    Secara terpisah Bahrul Hayat mengungkapkan salah satu target yang akan dicapai dalam tiga tahun kedepan adalah menambah keanggotaan HEPI dari Lembaga Penyelenggara Tenaga Kependidikan (LPTK) dan fakultas psikologi di seluruh tanah air. “Dua lembaga ini merupakan captive members yang sangat potensial” ungkap mantan Kepala PUSPENDIK tersebut sambil menambahkan HEPI juga akan membuat website sebagai media sosialisasi dan komunikasi. Lebih lanjut Bahrul mengatakan jika pada tiga tahun ke depan target keanggotaan tersebut dapat tercapai, tidak diragukan lagi eksistensi HEPI akan mewarnai dunia pendidikan nasional.

    Selain itu  kongres juga menyambut positif rencana penerbitan Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia oleh Fakultas Psikologi UIN Jakarta bekerjasama dengan HEPI. “Jurnal ini bersifat internasional dan dikelola secara bersama-sama antara Fakultas Psikologi UIN Jakarta dan HEPI”, ungkap  penggagas jurnal Jahja Umar yang nota bene  sejak 2009 memimpin Fakultas Psikologi UIN Jakarta. 

    Sebagai  asosiasi profesi yang bersifat independent, untuk menjadi anggota HEPI tidak terlalu sulit. “Syarat utama adalah memiliki minat yang kuat dalam bidang evaluasi dan pengukuran pendidikan”, ungkap Jahja Umar  yang pernah memimpin PUSPENDIK selama 14 tahun.  Artinya, apapun  latar berlakang pendidikan seseorang  bisa menjadi  anggota HEPI asalkan memiliki minat tersebut. Tentu saja ada syarat-syarat lain yang harus dipenuhi sebagaimana tertulis dalam AD ART HEPI.  

    Acara Kongres dan Seminar tersebut dibuka secara resmi oleh Komaruddin Hidayat Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan ditutup oleh Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Djalal. Sedangkan sebagai keynote speaker adalah Bahrul Hayat Sekretaris Jenderal Departemen Agama. Fasli Djalal menawarkan peran yang dapat dilakukan oleh HEPI untuk meningkatkan kompetensi sebagai evaluator dari kalangan guru-guru sekolah/madrasah. “Kondisi di lapangan menunjukkan sangat sedikit dari kalangan guru sekolah/madrasah yang memiliki kompetensi sebagai evaluator. Peran apa kiranya yang dapat dilakukan oleh HEPI untuk mengatasi masalah ini? Silahkan ajukan proposal penelitian untuk melakukan identifikasi masalah dan solusinya”, ungkap Fasli Djalal yang masih merangkap jabatan sebagai Dirjen DIKTI.

    Dalam kongres ini ada 24 pemakalah yang menyampaikan hasil penelitian mereka dalam bidang evaluasi dan pengukuran pendidikan.  Kongres juga telah menetapkan acara konferensi tahun 2011 akan diselenggarakan di Lampung. (BangS)